November 10, 2016

A Little About Disorder

Long time no write here~~

Pernahkah kalian berhubungan dengan seseorang yang memiliki disorder?
Bipolar disorder atau anxiety disorder? Atau mungkin penderita disorder lainnya?

Jika pernah, saran saya cuma satu "jangan tinggalkan mereka sekalipun mereka tampak berbeda dalam bersikap seperti orang pada umumnya."

Karena seseorang pernah mengatakan pada saya, "Penyakit mental itu tidak bisa disembuhkan sendirian." Pasti pada nanya kenapa? Well, karena penyakit tersebut kambuhnya gak tanggung-tanggung. Yang memiliki penyakit tersebut kadang tidak mengetahui kapan mereka dimasa manic kapan mereka dimasa depresi. Namun, sebagian mereka yang benar-benar paham tentang penyakitnya cukup tahu jika mereka sedang berada di masa manic atau depresi. Ini untuk kasus bipolar disorder.

Kebanyakan orang menganggap seorang penderita bipolar itu tampak seperti orang gila. Enggak kayak gitu kok. Saat masuk masa depresi adalah bagian berat bagi penderita bipolar, masa itu dia bisa saja merasa tidak berguna sama sekali, merasa usahanya terus-terusan gagal, merasa dunia memusuhinya, merasa orang-orang terus menertawakannya, dan merasa ingin sendirian tanpa berbicara dengan siapapun. Masa depresi bisa berlangsung selama 3 hari atau bahkan seminggu.

Beda lagi dengan masa manic, bagian ini adalah bagian dimana seorang penderita bipolar akan merasa senang yang teramat. Dia akan merasa segala usahanya akan sukses, ingin membelanjakan uangnya terus menerus, idenya seolah ingin meledak di kepalanya, dan dia senang berbicara.

Tidak banyak orang yang bisa memahami hal tersebut. Mungkin karena itulah kenapa penyakit mental yang seperti teman saya katakan tidak bisa disembuhkan sendirian. Harus ada yang menemani seseorang penderita bipolar. Hanya untuk memastikan dia selalu baik-baik saja dalam setiap tingkah lakunya.

Well yeah, sekian dulu sedikit tulisan tentang disorder. Pankapan nulis dimari lagi~~~

Juli 26, 2016

CERITA HATI


Finally buku kedua selesai.
Jadi kali ini berhasil menuntaskan ide untuk menulis sebuah novel.

Proses pengerjaannya sekitaran 3 bulan lebih untuk menulis. Sebulan lebih untuk wawancara dan baca-baca buku. Sebulan lebih untuk menentukan nama karakter yang akan digunakan, dan seminggu lebih galau nyari judul yang tepat sesuai dengan isi buku. Editing naskah makan waktu cukup lama juga, sekitaran dua bulan lebih.

Dan TADA~~~
Jadilah Cerita Hati.
Kisah seorang perempuan yang selalu menganggap semua orang itu putih di dalam, putih di luar. Perempuan yang senang menuliskan dongeng-dongeng kontemporer, yang percaya bahwa setiap cerita selalu berakhir dengan happy ending.

Tentang pertemuan dan janji yang tetap di tepati.
Cerita sederhana yang disajikan dengan beberapa pesan singkat untuk anak-anak muda.
Bahwa jatuh cinta bukan untuk mengubah orang lain melainkan menerima, bahwa kepulangan bukan benar-benar tentang hilang sama sekali. Dia hanya berpindah ke dimensi yang lebih baik. Juga tentang sabar dan ikhlas.

Yang menulis Novel kali ini ingin berbagi bahagia dengan pembaca sekalian, tenang saja isi novel gak bikin baper atau galau kok.
Ceritanya tidak dibuat sedih, berbeda dengan buku pertama yang kebanyakan sesedihannya.

Periode 1 Agustus - 30 Agustus 2016 sudah bisa mulai PO.
Buat yang mau cetakan pertama dari buku saya ini silahkan langsung kontak saya ya.

Line ID : arini_aris
WA       : 0852-9919-3871
email    : arista0727@gmail.com

Salam Sejuk,

Arini

Juni 17, 2016

Catatan Harian, 168 dari 366 Hari

Si perempuan tidak lagi menutup matanya hari ini. Dengan malam ini, sudah masuk hari kelima dia terjaga sepanjang malam. Matanya enggan menutup, hal yang paling sering dia lakukan hanya membaca atau sekedar membuat matanya lelah dengan menangis agar dapat pulas dalam tidurnya. Sayangnya, membuat mata lelah hanya bertahan sejam saja. Sejam berikutnya matanya kembali membuka untuk waktu yang lama.

Seperti hari ini, seperti yang psikiater sarankan padanya, jika sewaktu-waktu dia merasa ada yang begitu mengganjal hatinya atau tangisnya tak kunjung reda maka ia harus menulis. Entah menulis apapun itu, namun jika bisa harusnya ia menulis yang baik dan tidak yang dia terima dala 1 hari itu. Malam ini Si perempuan itu kembali menulis, menulis segala tanya yang masih belum dia temukan jawabannya.

17 Juni 2016
Dear Mr. D,

Saya tidak tahu, kenapa setiap manusia saling menyakiti? Kenapa orang-orang harus selalu saling menyakiti dengan mengatakan kebohongan pada orang lain? Kenapa orang-orang selalu berusaha mengusir orang lain dari hidupnya hanya karena orang itu masih menyayanginya?

Kenapa orang-orang harus saling menyakiti?
Padahal mereka saling menyukai, padahal mereka saling sayang satu sama lain.
Kenapa orang-orang harus melukai diri mereka sendiri karena memiliki rasa pada orang lain?

Saya benar-benar tidak tahu jawabannya. Bahkan saya pun masih bertanya-tanya apa sekarang saya sedang melukai diri saya sendiri dengan menyukaimu? Apa sekarang saya sedang menambah luka untuk diri saya sendiri dan juga untukmu?

Kamu pun melakukan hal yang sama.
Mengatakan kebohongan untuk mengusirku. Mengatakan hal-hal bohong untuk melukaiku. Mengatakan ini dan itu untuk membuatku menjauhimu.

Saya ingin sekali bertanya.
Apa kamu tidak merasa terluka mengatakan semua kebohongan itu? Apa perasaanmu baik-baik saja setelah melakukannya? Dan apa kamu pernah merasa bersalah?

Sebab, hingga detik ini saya masih merasa bersalah. Merasa semua hal buruk yang terjadi di kehidupanmu karena saya. Semua hal yang membuat orang-orang marah, sedih, dan terluka semua karena saya. 

Ada kala saya ingin berhenti. Benar-benar berhenti. Mengurung diri tanpa perlu memulai pertemanan dengan orang lain. Tidak berbicara dengan orang lain. Membuat orang lain menjauhi saya atau bahkan membenci saya. Saya ingin bersembunyi tanpa di ketahui orang lain. Agar saya tidak lagi merasa bersalah, tidak lagi membuat orang-orang disekitar saya terbebani dan terluka. Ada kala saya benar-benar ingin berhenti menyukai.

Namun, entah kenapa, setiap kali masalah berat datang. Setiap kali hujan deras dan angin kencang menerpa tubuhku, selalu kamu yang menghangatkan kembali setelah basah kuyup dan kedinginan.
Hanya dengan mengingat senyummu, semua beban terasa ringan. Saya bisa kuat menjalani hari-hari saya sekalipun menyakiti diri sendiri.

Semoga kamu baik-baik selalu.














Si perempuan menutup buku kecilnya. Dia menyeka air matanya, mengambil sebutir obat untuk membuat matanya menutup. Tidak dalam porsi yang banyak, kali ini hanya sebutir. Hanya untuk membuatnya beristirahat, sebab besok Si perempuan harus memainkan peran "gadis periang" kembali, dan peran itu baginya sangat berat. Sebab ia harus selalu terlihat baik-baik saja, tersenyum agar orang-orang percaya dialah satu-satunya perempuan yang tidak pernah terluka.

Angin malam ini cukup membuatnya kedinginan.
Dalam balutan selimut ia terlelap, menuju mimpi yang tidak pernah ada.

Mei 17, 2016

Pindah Rumah

Selamat siang,

Tulisan ini mungkin jadi tulisan terakhir saya di gubuk ini.
Wah, sayang sebenarnya untuk dihapus karena ada banyak tulisan-tulisan dari awal nulis sampai sekarang yang bisa menjadi sebuah pembelajaran untuk menghasilkan tulisan yang jauh lebih baik lagi.

Tapi Gubuk saya ini tidak akan saya non-aktifkan kok. Hanya mungkin akan sangat tidak pernah di update. Bukan karena saya lebih nyaman di sebuah rumah kecil, melainkan karena beberapa mulai menganggap bahwa saat menulis sesuatu yang galau maka penulisnya sedang galau. Atau saat menulis sesuatu perihal masa lalu maka penulisnya belum bisa move on. Di gubuk ini penduduknya mungkin tidak sehangat di rumah hunian sebelah, tapi saya yakin beberapa yang membaca tulisan saya disini tidak menganggap serius isi tulisan-tulisan saya.

Menulis adalah satu-satu yang menyelamatkan saya untuk saat ini. If you know what I mean.
Setelah buku pertama live, saat ini alhamdulillah saya juga sudah menyelesaikan buku kedua lagi. Satu-satunya pelarian terbaik dari pikiran tentang ini dan itu.

Untuk tulisan-tulisan saya, masih bisa di temukan di rumah hunian sebelah.
Silahkan klik disini >> RUMAH HUNIAN

Berkarya tidak harus hanya disatu rumah saja kan?
Gubuk ini akan tetap ada, hanya tulisan-tulisannya mungkin berbeda dengan tulisan yang ada di rumah hunian. Jadi, don't judge a writer from what they write. Tidak selamanya yang penulis tulis adalah ungkapan yang dia rasakan saat ini juga.

Sampai jumpa lagi, saat anak kedua lahir, saya pasti berkunjung kesini lagi. Hanya untuk memberi kabar pada seseorang.


Salam hangat,
-AriniAris- 

April 04, 2016

3 Dari 366 Hari



Dalam hening dia merekam sesuatu, entah apa itu. Sepertinya sebuah tulisan yang dia tulis di buku kecil berwarna hijau tosca dengan gambar kelinci kecil di depannya. Hari ketiga dia menyimpan semuanya. Aku cukup senang memperhatikannya, sebab hari ini dia tidak nampak sedih.

"Siapa sangka, menyukai bisa se-menyebalkan begini."

Aku melihanya memukul jidatnya beberapa kali, menyesali? Mungkin saja, tapi yang terlihat dia seperti anak kecil yang sedang menyemangati dirinya agar tidak melakukan hal-hal buruk lagi. Atau membayangkan hal-hal yang tidak lagi bisa dia raih.

"Jika aku benar-benar tidak ada lagi, apa kamu akan sering mengunjungi pusaraku?"

Tulisanya kembali, yang membuatku ingin menjitak keras kepalanya. Namun yang bisa ku lakukan hanya menatap perempuan itu dengan banyak doa, semoga segala kecemasannya dan kekhawatirannya segera sirna.

April 03, 2016

2 Dari 366 Hari


Dia tersenyum hari ini. Entah untuk suatu alasan, aku hanya melihatnya membuka mata dengan senyuman yang menarik hati diwajahnya. Mungkin dalam dunia mimpi dia berhasil menemuinya, atau mungkin dipertemukan dengan hal lain yang jauh lebih membahagiakannya.

Hari ini dia tersenyum, seolah tangisnya yang kemarin hanya angin lalu saja. Aku turut bahagia melihat senyuman itu, haaaaahhh tangisnya selama berminggu-minggu membuatku bingung hendak berbuat apa, hanya melihatnya saja tersedu dengan banyak pikiran tentang kematian.

"Kau tahu Pluto, hari ini Bumi bahagia. Ia berhasil melihatmu, walau hanya dari kejauhan. Ia berhasil menemukanmu walau hanya sebatas mimpi."
 Tulisnya dalam buku kecil bersampul Hijau Tosca dengan gambar kelinci di depannya.
"Aku yakin, Allah selalu memberikan bahagia pada umatNya setelah ribuan kesedihan menghampiri umatNya. Dan hari ini aku mendapatkan bahagia itu, betapa aku bersyukur." 

Kalimat itu yang samar-samar ku baca dari buku kecilnya. Dia tersenyum bahagia sekali.
Aku mana mungkin tidak ikut tersenyum melihat kebahagiaan itu, perempuan itu terlihat sangat cantik ketika tersenyum, dan benar. Ialah perempuan paling manis senyumannya yang pernah ku lihat. Bahkan di Negeri lain pun, ia tetap menang.

"Semoga kamu pun bahagia disana, Pluto. Semoga Allah memenangkan apapun yang sementara kamu raih."

"Yang selalu menyukaimu~"

Dia menutup bukunya.
Kalian percayakan sekarang?
Bahwa adanya malam agar bintang-bintang dapat terlihat indah.
Dan adanya tangisan untuk membuatmu merasakan betapa bahagia itu mendamaikan.

Masih penasaran dengan perempuan ini?
Atau Pluto yang dia sebut-sebut?
Sabarlah, saat senyumnya mengembang lagi esok, akan ku katakan inisial laki-laki beruntung yang dia sukai.

Sumber gambar : Pinterest

April 02, 2016

1 Dari 366 Hari


"Manusia merasakan sakit untuk mengajarkannya tentang menjadi kuat. Sayang beberapa diantara mereka tidak pernah sekuat yang disangkakan manusia. Dasarnya manusia lemah, tapi begitulah rasa sakit, ia ada untuk dirasakan."

Dia menulis sepenggal kalimat itu di buku bersampul hijau tosca dengan gambar kelinci kecil yang gemuk. Air matanya masih mentes, entahlah, rasa sakit seperti apa yang dia rasakan kini. Bagiku melihatnya cukup mengiris hati. Perempuan itu senang menghabiskan malamnya dengan menangis.

Aku tahu, bahkan saat tangannya terangkat untuk meminta dia pun masih menangis. Padahal yang sering ku saksikan hanya mata menutup dengan ribuan permohonan yang menuju langit. Dia, berbeda. Aku yakin, ada yang salah di kehidupannya hingga begitu merasa sedih.

Dari dompet hitamnya dia mengeluarkan sebuah foto. Di belakang foto itu ada kaligrafi Allah dengan pria yang sedang tersenyum. Ku pikir alasannya mungkin dia, ah tapi mana mungkin. Aku menebak cukup banyak, sok tahu sampai lupa bertanya padanya kenapa dia masih menangis setelah berbulan-bulan lewat.
"Yang masih menyukaimu~"

Itu kalimat yang dia tuliskan di bukunya.
Nanti akan ku jelaskan kepada kalian lagi.

Tunggulah, mungkin saat menulisnya tidak lagi meneteskan air mata, aku bisa bebas membaca tulisan-tulisan itu. Jangan menilainya terlalu cepat, ini baru awal saja.

Sumber Gambar : Pinterest