"Bagaimana jika?"
"Apa?"
"Bagaimana jika orang yang kamu suka lebih dulu menikah dibanding kamu?"
"..."
"Siapkah?"
"..."
"Jika memang terjadi, lantas undangannya muncul di rumahmu bagaimana?"
"..."
"Jawab sekali. Jujurlah..."
"... Tidak tahu juga. Saya bahkan tidak sanggup membayangkannya, sekali sudah cukup menyakitkan. Jika sampai kejadian lagi, tidak tahu lagi saya harus bagaimana?"
"Bukankah kamu harusnya senang dia bersama wanita baik-baik yang menyukainya."
"Pasti. Tapi mungkin setelah beberapa tahun berlalu, seperti kemarin kan. kamu tahu betul."
"Iya, hampir setahun kan. Bahkan kamu masih berharap padanya ketika itu."
"Iya. Baru lewat beberapa tahun baru bisa kembali normal."
"Kalau kali ini seperti itu lagi?"
"Ku mohon jangan sampai Tuhan... Setidaknya sampai saya siap."
"Harus siap dari sekarang kan!"
"Mungkin iya. Harusnya... "
"Kamu kuat. Itu yang saya percaya sama kamu Rin..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar