Agustus 24, 2012

STUPID IS GOOD, SOMETIMES..

           Hari ini gue gak bakal cerita tentang Leanis yang jatuh cinta pada Adit. Leanis yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Gue gak lagi mood nulis tentang dua makhluk itu. Hari ini gue cuma mau nulis beberapa kejadian yang membuat gue seharian mensyukuri gue terlahir sebagai Arini.
            Bagaimana gue mesti memulai cerita singkat gue yang menurut gue sedikit tidak mengenakkan. Nulis itu ternyata gak mudah kawan, harus mencari kata-kata pas biar cerita yang dibuat hidup. Bernyawa. Dan sekarang gue pusing, bagaimana itu tulisan yang bernyawa? Apakah dia akan hidup begitu gue tulis the end lalu berkata “Kenapa lo nulis akhirnya kayak gini?”. Ahh sudahlah, kalian yang membaca ini mungkin bakalan nyangka gue gila, padahal gue sedang berkhayal saja.
            Baiklah. Gue mulai cerita singkat gue.
            Nama gue Arini, yah mungkin kalian sudah tahu. Gue terlahir sebagai anak rumahan, itu gue jelaskan dalam salah satu naskah gue yang di tolak mentah-mentah setelah di gantungin selama empat bulan (Sedih bentar). Tapi tenang saja bukan Arini namanya kalau sekali di tolak langsung nyerah.
            Back to our main topic, menjadi orang yang tidak tahu apa-apa benar-benar suatu anugrah yang Tuhan kasih ke gue. Gue juga gak pernah menyangka kalau ternyata menjadi anak rumahan itu adalah hal langka yang dimiliki anak remaja jaman sekarang. Bahkan di kampung halaman tempat gue besar gue juga di juluki anak rumahan sama teman-teman. Dan begitu gue hijrah ke Makassar julukan itu justru makin membuah gue terlihat Cute (Baca : Freak).
            Oke gue bukan anak yang doyan bepergian kalau gak penting-penting banget. Gue lebih suka tinggal di kamar gue, menyalakan kipas angin lalu mengambil sebuah buku di lemari buku gue untuk menemani gue di kala weekend. Gue gak begitu suka jalan-jalan ke mall kecuali ada tawaran MAKAN GRATIS. Gue gak begitu suka ketika di telpon “Yuk, jalan-jalan.” Kecuali temen gue bilang, “Makan-makan yuk. Gue yang TRAKTIR.”
            Yaa, gue suka gratisan. Entah kenapa semua makanan yang gratisan itu terasa begitu... begitu... begitu... LEZAT. Tapi karena sekarang gue udah kerja, udah bisa menghasilkan duit yang lumayan di pake buat makan sebulan, teman-teman gue jadi jarang mentraktir gue. Padahal ada kalanya gue bener-bener rindu mereka. Sangat rindu dengan ajakan makan gratis dari mereka.
            Oke balik lagi. Langsung saja gue inti dari judul tulisan gue. Sometimes gue gak mengerti apa ada yang salah dengan diri gue. Gue tipikal orang yang susah mengingat sesuatu terkecuali gue terlampau sering melihat sesuatu itu. Oke buat kalian yang gak ngerti gue kasih contoh. Misalnya kayak gini, gue susah hafal nama orang-orang tapi kalau lihat facenya mungkin gue bisa ingat, sedikit. Sama halnya jalan dan rute-rute yang ada di kota Makassar ini. Gue gak pernah bisa hafal.
            Yah, gue akui tiga tahun lebih tinggal di Makassar seharusnya gue bisa sedikit banyak tahu jalan-jalan yang ada di makassar. Atau paling enggak Rute-rute jalan untuk ke suatu tempat, juga beberapa tempat di makassar. Tapi nyatanya TIDAK. Gue masih menjadi Arini si Anak Rumahan.
            Gue masih menjadi Arini yang ketika di tanya, “Lo tahu dunia kartun dimana?” dengan cepatnya gue jawab “TIDAK.” Atau ketika gue mendapat undangan pernikahan dari seorang teman, gue tanpa malu langsung bertanya, “Ini tempatnya di mana? Dijalan mana?”. Atau ketika gue janjian dengan teman kampus gue di lokasi yang tidak gue tahu maka dengan tanpa ada rasa malu gue langsung bilang “Itu di bagian mana?” Bahkan saking gak pernahnya gue nonton di XXI gue bahkan bertanya “XXI di bagian mana? Padahal jelas-jelas XXI ada di lantai 3 mall.
            Dan terlebih lagi gue rada sebel sama tingkah teman-teman gue yang setiap kali gue nanya, “Ini dimana? Itu dekat mana ya? SMP itu dimana? SMA itu dimana?” dengan tampang tanpa berdoanya mereka terkejut seolah apa yang baru gue katakan adalah “Besok Jung Yong Hwa mau nikahin gue.”Kemudian mereka berkata "SUMPEH LO!!", Seperti ini...
APA??? SUMPEH LO!!

            Jujur setiap kali gue ngeliat tampang mereka-mereka yang aneh kayak gitu gue selalu pengen ngelempar sesuatu ke muka mereka. Tapi balik lagi, gue anak baik, gak begitu suka marah, kalau marah paling cuma semenit abis itu ELO GUE SAMA. Dan terlebih lagi, dari apa yang gue lakukan itu mereka tertawa. Ya, mereka TERTAWA. Itu artinya gue sukses membuat mereka senang. Dan tahukah kalian, untuk membuat orang lain senang kepada kita salah satu cara yang paling ampuh adalah “BUAT MEREKA TERTAWA”. Simple bukan?
            Sometimes, being stupid is good. Tidak ada salahnya menjadi bodoh untuk menyenangkan orang lain bukan, asal jangan di buat-buat saja karena sesuatu yang dibuat-buat itu kesannya gak baik. Kalau kata Rendi, “Kamu itu polos banget” dan mungkin kata orang-orang “Lo itu bego atau apa sih?”. Ya, intinya sih jadi diri sendiri saja lah. Tidak masalah kamu itu bloon, polos atau bego. Karena orang-orang bukan menilai kamu dari sifat melainkan hati. Oke cukup, takutnya gue lupa kalau gue lagi nulis sesingkat mungkin. Gue pamit. Semoga menghibur ya reader :D.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar