Malam-malam
selalu menjadi bagian terbaik. Hawa yang membuat lumayan gerah, tumpukan tugas
yang merengek untuk diselesaikan, juga manusia fiksi. Berapa lama tidak lagi
saya cerita perihal dia. Perihal dia yang selalu bisa membuat jantung berdegup
lumayan cepat. Dia yang selalu bisa membuat senyum seharian, atau sekedar
mengeluarkan air mata, bahkan kadang badmood. Manusia fiksi ini kian nyata, ada
kalanya saya enggan untuk menyebutkan namanya dalam setiap tulisan.
Mari menyingkat
namanya dengan sebutan “MaFi”. Dia yang selalu saya tulis di tulisan saya kian
dekat namun belum bisa tersentuh. Ada batas yang tidak bisa kami lewati dulu.
Bukankah dalam hal saling menyukai memang wajib kita sertakan DIA di tengahnya.
Biar tidak ada yang melebihi atau terlalu berlebihan. Menyukai sewajarnya saja,
tidak lebih. Sebab jika lebih DIA akan cemburu dan membuat kita semakin jauh
satu sama lain.
“NOBODY PERFECT”
sepakat, untuk satu kalimat itu. Hawa di ciptakan untuk melengkapi kehidupan
Adam. Saling menyempurnakan satu sama lain. Pun dengan pasangan-pasangan yang
ada. Kita, kalian, dan mereka. Untuk saling melengkapi, jika pasanganmu kurang
di sisi A maka sudah sepantasnya kita yang melengkapi, pun sebaliknya. Seperti
itulah hidup, ada kurang juga ada lebihnya.
Makanya kadang
saya heran, kok banyak ya perempuan yang meninggalkan pasangannya justru ketika
pasangannya bangkrut atau gak punya apa-apa? atau meninggalkan pasangannya
dengan alasan “tidak lagi cocok”. Dari awal manusia di ciptakan kan memang
banyak gak cocoknya, dan PR-nya kita untuk membuat gak cocok itu berubah
menjadi “Saling mengerti”. Berdebat semisal untuk perihal kecil, jika satu
orang sudah naik pitam yang satu diam saja, jangan justru nyolot. Ngerti aja
mungkin lagi ada masalah besar yang dia dapat.
Saya belajar
banyak dari MaFi, sosok manusia yang rendah hati yang selalu bisa menenangkan. Dewasa,
juga pengertian. Dia yang selalu mengingatkan untuk berbuat baik dan bertingkah
baik. Dia yang selalu berkata “Makan, sholat, adalah kebutuhan primer manusia
jadi tidak perlu diingatkan. Kalau lapar kita pasti makan.” Dia yang
mengingatkan untuk tidak melebih-lebihkan hal-hal kecil.
Jika kamu
memiliki seseorang yang begitu berarti untukmu sekarang, JAGA DIA. Jika dia
tidak pernah bersuara tinggi ketika menegurmu JAGA DIA. Jika dia tidak pernah
menyalahkanmu atas kesalahan kecil JAGA DIA. Jika dia selalu mengingatkanmu
akan batas-batas kalian dan perihal dunia JAGA DIA. Jika sewaktu-waktu dia
ketahuan jalan sama cewek lain JEWER DIA.
Jaga bukan dalam
artian kemana pun dia pergi kita mesti ikut. Jaga dalam artian, minta sama
Allah. Karena sebaik-baik penjagaan adalah penjagaanNya. Seriusan loh ini,
kebanyakan kasus orang selingkuh itu karena pasangannya tidak pernah menjaga (baca
: meminta Allah menjaga) pasangannya dengan baik. Mereka hanya sekedar bertanya
“Kamu dimana? Sedang apa? Sama siapa? Semalam berbuat apa?” Nah loh jadi YOLANDA kan!!
Hubungan yang
baik itu hubungan yang selalu didasarkan atas cinta pada Allah. Tidak lebih
juga tidak kurang. Malam ini karena sedikit Random, itu saja sharing saya ya. Kapan-kapan
lagi kita bercerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar