November 16, 2012

Hujan, Kamu, dan Mereka

  16 November 2012 hujan pertama yang saya terobos sendiri, hampir dua tahun lebih saya tidak lagi bermain dengan hujan. Hari ini rasa rindu yang teramat besar membuat saya kembali bermain dengan hujan. Bernyanyi di bawah rintik hujan sambil menikmati pemandangan jalan yang sepi. Rasa dingin juga rasa senang bercampur menjadi satu yang membuat saya tampak seperti orang gila yang begitu menantikan turunnya hujan. Bahkan Samar-Samar saya mendengar beberapa orang yang melihat saya hujan-hujanan berkata "BODOH". Andai kalian tahu bagaimana rasanya jatuh cinta pada hujan yang telah lama hilang mungkin apa yang saya lakukan mereka lakukan juga.
     Kamu dan hujan selalu punya cerita tersendiri. Kamu yang juga penyuka hujan, kamu yang senantiasa berkata "Hujan Manis" dikala hujan turun. Dan kamu yang juga memiliki kenangan tersendiri tentang hujan. Tadinya sempat ingin mengajakmu bermain bersama hujan, menikmati setiap tetes air hujan yang jatuh dan membasahi jalanan. Tapi saya urungkan, tidak akan mungkin kamu menyambut ajakanku. Tapi kamu harus mencobanya sekali-kali, rasanya benar-benar menyenangkan. Seperti berlari di tengah jalanan yang kosong, hanya kita dan rinai hujan. Seperti mendapat sebuah kenangan lama ketika kecil dulu, setiap kali hujan turun pasti langsung berlari menerobos hujan, menari kegirangan di bawahnya dan menunggu mama memanggil untuk menyudahi Kegiatan konyol itu. Hujan dan kamu, selalu membuatku bertanya, "apakah kamu juga memikirkanku ketika hujan? Sama seperti aku memikirkanmu disaat hujan." kuharap jawaban iya.
     Hujan juga mereka selalu bercerita lain. Mereka yang ada disekitar kita mungkin benci dengan hujan, mungkin juga menyukainya, mungkin juga sebal dengan hujan. Mereka punya persepsi sendiri tentang hujan di mata mereka. Mereka yang tidak begitu menyukai hujan ketika hujan turun hal pertama yang mereka lakukan adalah menggunakan jas hujan, semata-mata untuk melindungi tubuh mereka dari basah. Mereka yang setengah hati menyukai hujan ketika hujan akan langsung mencari tempat untuk berteduh. Entah di mini market, dibawah pohon yang teduh, atau mungkin di depan ruko-ruko yang sedang tutup. Mereka menikmati hujan dengan diam menatapnya, menunggu hingga hujan reda lalu kembali meneruskan perjalanan yang tertunda karena hujan. Lalu mereka yang menyukai hujan yang begitu jatuh cinta pada hujan, ketika hujan turun mereka akan tersenyum lalu berkata syukur dan menerobos hujan tanpa berfikir akan terserang flu atau tidak. Begitulah kami para pecinta hujan menikmati hujan.
     Dalam setiap tetas hujan yang turun saya selalu berdoa, Semoga suatu hari Nanti saya bisa kembali bertemu dengan hujan bermain bersama hujan tidak lagi sendiri tapi bersamamu si jendral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar