Agustus 15, 2012

KETIKA RAMADHAN PERGI


          Masih gue ingat jelas gimana masyarakat pada umumnya dan pada khususnya yang begitu riang gembira menyambut Ramadhan. Seolah mereka sedang menyambut bang Toyib yang udah pulang setelah dua kali puasa dua kali lebaran. Rasa gembira juga rasa haru karena masih bertemu dengan bulan yang penuh berkah ini merupakan sesuatu hal yang begitu membuat kita merasa bahagia ketika ramadhan tiba. Dan gak terasa Ramadhan akan pergi tinggal menghitung hari, ya beberapa hari lagi ramadhan akan meninggalkan kita, umat muslim yang begitu mendambakan ramadhan.
            Lalu pertanyaannya, apa yang telah kita lakukan selama bulan Ramadhan ini? Adakah amal ibadah kita kepada-Nya makin membaik atau justru malah makin buruk? Adakah setiap ruas tulang-tulang kita diisi dengan kebaikan dan sedekah? Adakah kita selalu mengamalkan Qur’an, senantiasa membacanya? Ataukah makin buruk saja ibadah ini?
            Semua yang di tanyakan akan hal ini pasti memjawab “Bulan Ramadhan bulan penuh pengampunan, jika tidak memperbaik amal ibadah pasti akan merugi.”
            Gue sependapat dengan jawaban macam itu, tapi balik lagi. Jelas terlihat perbedaan bukan ketika ramadhan dan ketika bulan-bulan biasa. Perbedaan pertama yang gue amati adalah HIJAB. Semenjak ramadhan tiba yang gue lihat orang-orang ramai menggunakan Hijab, dalam hati gue senang amat senang bangun pagi-pagi makan roti, eh maap itu lagu jaman kecil.
            Sebagai seorang muslim gue selalu senang ketika melihat saudari-saudariku yang muslim juga ikutan membaik. Membaik dalam artinya disini adalah mulai menggunakan Hijab, dan semoga mereka yang berhijab tetap menggunakan hijab bahkan ketika bulan ramadhan pergi.
        Perbedaan kedua yang begitu mencolok adalah Al-Quran ramai di kumandangkan. Subhanallah, betapa bahagia hati ini melihat kebaikan lainnya dari bulan ramadhan. Mereka yang jarang gue lihat ngebaca Al-Quran ketika Ramadhan tiba mereka berlomba-lomba khatam Quran. Dan tentu saja kembali doa yang terucap, “Semoga bukan hanya di bulan Ramadhan Al-Quran di baca.”
           Lalu perbedaan ketiga adalah mesjid ramai di kunjungi. Ketika ramadhan tiba mesjid adalah tempat ramai kedua setelah mall yang rajin di kunjungi. Sayangnya makin ramai mesjid makin terbuka kesempatan juga buat dapetin sendal baru. Untuk mensiasati hal ini caranya cuma satu, ketika ke mesjid gunakanlah sendal yang udah jelek banget, sendal yang tampak hampir putus, atau gak usah pakai sendal sekalian biar begitu pulang bisa dapet yang baru #eh??
         Ramadhan kali ini benar-benar berarti buat gue, banyak berkah yang Allah berikan untuk gue dan keluarga gue salah satunya adalah Ponakan gue kini berumur 6 bulan, umur dimana dia lagi lucu-lucunya. Kalau ngeliat bawaannya gue pengen gigit-gigit pipinya tapi takut di tabok emaknya. Berkah yang lainnya adalah Allah ngasih kerjaan juga ngasih kesempatan untuk ngelanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Insya Allah begitu selesai ilmunya bisa bermanfaat untuk yang lain.
           Banyak berkah yang Allah kasih ke gue yang gak bisa gue ungkapin satu per satu, intinya Ramadhan kali ini gue bisa ngerasa Allah makin dekat dengan hidup gue gak seperti dulu, Allah begitu jauh butuh waktu berminggu-minggu untuk merasakan kehadirannya. Sekarang tiap kali mengingatnya hati ini berasa terisi oleh suatu kebahgiaan yang membuat mata berkaca-kaca. Doa gue cuma satu begitu Ramadhan pergi, “Ya Allah, ku hadapkan wajahku di depan-Mu, bersujud di hadapan-Mu, ku rendahkan diriku sembari memohon ampunan atas dosa yang sengaja maupun tidak sengaja ku lakukan. Ya Allah, jika umurku panjang, izinkan aku agar bisa bertemu kembali dengan ramadhan tahun depan bulan yang begitu Engkau Rahmati. Jika umurku panjang izinkan aku agar bisa kembali melakukan banyak kebaikan di Ramadhan tahun depan. Ampuni aku ketika ada salah atau tingkahku yang begitu tidak baik. Kuharap Ramadhan kali ini tetap ada di hati, amalan-amalan baik tetap ada mesti ramadhan sudah pergi, semua kebaikan yang umat-Mu kerjakan juga tetap mereka kerjakan untuk mendapat Ridho-Mu. Perkenankanlah doaku ya Allah, ya Rabbul Izzati.”

           Semoga apa yang terjadi di bulan Ramadhan ini benar-benar bisa terus berlanjut di bulan – bulan lainnya. Seperti mereka yang menggunakan hijab, yang rajin membaca Al-Quran, dan yang rajin sholat di mesjid. Semoga semuanya tetap bisa di lakukan bukan untuk mendapatkan tiket masuk di surga melainkan untuk mendapatkan Cinta Allah. Karena bagi gue, walaupun surga di depan mata namun jika Cinta Allah tidak di dapatkan maka akan terasa hambar, sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar