Masih gue ingat jelas gimana
masyarakat pada umumnya dan pada khususnya yang begitu riang gembira menyambut
Ramadhan. Seolah mereka sedang menyambut bang Toyib yang udah pulang setelah
dua kali puasa dua kali lebaran. Rasa gembira juga rasa haru karena masih
bertemu dengan bulan yang penuh berkah ini merupakan sesuatu hal yang begitu
membuat kita merasa bahagia ketika ramadhan tiba. Dan gak terasa Ramadhan akan pergi tinggal menghitung
hari, ya beberapa hari lagi ramadhan akan meninggalkan kita, umat muslim yang
begitu mendambakan ramadhan.
Lalu pertanyaannya, apa yang telah
kita lakukan selama bulan Ramadhan ini? Adakah amal ibadah kita kepada-Nya
makin membaik atau justru malah makin buruk? Adakah setiap ruas tulang-tulang
kita diisi dengan kebaikan dan sedekah? Adakah kita selalu mengamalkan Qur’an,
senantiasa membacanya? Ataukah makin buruk saja ibadah ini?
Semua yang di tanyakan akan hal ini
pasti memjawab “Bulan Ramadhan bulan penuh pengampunan, jika tidak memperbaik
amal ibadah pasti akan merugi.”
Gue sependapat dengan jawaban macam
itu, tapi balik lagi. Jelas terlihat perbedaan bukan ketika ramadhan dan ketika
bulan-bulan biasa. Perbedaan pertama yang gue amati adalah HIJAB. Semenjak
ramadhan tiba yang gue lihat orang-orang ramai menggunakan Hijab, dalam hati
gue senang amat senang bangun pagi-pagi makan roti, eh maap itu lagu jaman
kecil.
Sebagai seorang muslim gue selalu
senang ketika melihat saudari-saudariku yang muslim juga ikutan membaik.
Membaik dalam artinya disini adalah mulai menggunakan Hijab, dan semoga mereka
yang berhijab tetap menggunakan hijab bahkan ketika bulan ramadhan pergi.
Perbedaan kedua yang begitu mencolok
adalah Al-Quran ramai di kumandangkan. Subhanallah, betapa bahagia hati ini
melihat kebaikan lainnya dari bulan ramadhan. Mereka yang jarang gue lihat
ngebaca Al-Quran ketika Ramadhan tiba mereka berlomba-lomba khatam Quran. Dan
tentu saja kembali doa yang terucap, “Semoga bukan hanya di bulan Ramadhan
Al-Quran di baca.”
Lalu perbedaan ketiga adalah mesjid
ramai di kunjungi. Ketika ramadhan tiba mesjid adalah tempat ramai kedua
setelah mall yang rajin di kunjungi. Sayangnya makin ramai mesjid makin terbuka
kesempatan juga buat dapetin sendal baru. Untuk mensiasati hal ini caranya cuma
satu, ketika ke mesjid gunakanlah sendal yang udah jelek banget, sendal yang
tampak hampir putus, atau gak usah pakai sendal sekalian biar begitu pulang
bisa dapet yang baru #eh??
Ramadhan kali ini benar-benar
berarti buat gue, banyak berkah yang Allah berikan untuk gue dan keluarga gue
salah satunya adalah Ponakan gue kini berumur 6 bulan, umur dimana dia lagi
lucu-lucunya. Kalau ngeliat bawaannya gue pengen gigit-gigit pipinya tapi takut
di tabok emaknya. Berkah yang lainnya adalah Allah ngasih kerjaan juga ngasih kesempatan
untuk ngelanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Insya Allah
begitu selesai ilmunya bisa bermanfaat untuk yang lain.
Banyak berkah yang Allah kasih ke
gue yang gak bisa gue ungkapin satu per satu, intinya Ramadhan kali ini gue
bisa ngerasa Allah makin dekat dengan hidup gue gak seperti dulu, Allah begitu
jauh butuh waktu berminggu-minggu untuk merasakan kehadirannya. Sekarang tiap
kali mengingatnya hati ini berasa terisi oleh suatu kebahgiaan yang membuat
mata berkaca-kaca. Doa gue cuma satu begitu Ramadhan pergi, “Ya Allah, ku hadapkan wajahku di depan-Mu,
bersujud di hadapan-Mu, ku rendahkan diriku sembari memohon ampunan atas dosa
yang sengaja maupun tidak sengaja ku lakukan. Ya Allah, jika umurku panjang,
izinkan aku agar bisa bertemu kembali dengan ramadhan tahun depan bulan yang
begitu Engkau Rahmati. Jika umurku panjang izinkan aku agar bisa kembali melakukan banyak kebaikan di Ramadhan tahun depan. Ampuni aku ketika ada salah atau tingkahku yang begitu tidak baik. Kuharap Ramadhan kali ini tetap ada di hati, amalan-amalan baik tetap ada mesti ramadhan sudah pergi, semua kebaikan yang umat-Mu kerjakan juga tetap mereka kerjakan untuk mendapat Ridho-Mu. Perkenankanlah doaku ya Allah, ya Rabbul Izzati.”
Semoga
apa yang terjadi di bulan Ramadhan ini benar-benar bisa terus berlanjut di
bulan – bulan lainnya. Seperti mereka yang menggunakan hijab, yang rajin
membaca Al-Quran, dan yang rajin sholat di mesjid. Semoga semuanya tetap bisa
di lakukan bukan untuk mendapatkan tiket masuk di surga melainkan untuk
mendapatkan Cinta Allah. Karena bagi gue, walaupun surga di depan mata namun
jika Cinta Allah tidak di dapatkan maka akan terasa hambar, sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar