Juni 17, 2016

Catatan Harian, 168 dari 366 Hari

Si perempuan tidak lagi menutup matanya hari ini. Dengan malam ini, sudah masuk hari kelima dia terjaga sepanjang malam. Matanya enggan menutup, hal yang paling sering dia lakukan hanya membaca atau sekedar membuat matanya lelah dengan menangis agar dapat pulas dalam tidurnya. Sayangnya, membuat mata lelah hanya bertahan sejam saja. Sejam berikutnya matanya kembali membuka untuk waktu yang lama.

Seperti hari ini, seperti yang psikiater sarankan padanya, jika sewaktu-waktu dia merasa ada yang begitu mengganjal hatinya atau tangisnya tak kunjung reda maka ia harus menulis. Entah menulis apapun itu, namun jika bisa harusnya ia menulis yang baik dan tidak yang dia terima dala 1 hari itu. Malam ini Si perempuan itu kembali menulis, menulis segala tanya yang masih belum dia temukan jawabannya.

17 Juni 2016
Dear Mr. D,

Saya tidak tahu, kenapa setiap manusia saling menyakiti? Kenapa orang-orang harus selalu saling menyakiti dengan mengatakan kebohongan pada orang lain? Kenapa orang-orang selalu berusaha mengusir orang lain dari hidupnya hanya karena orang itu masih menyayanginya?

Kenapa orang-orang harus saling menyakiti?
Padahal mereka saling menyukai, padahal mereka saling sayang satu sama lain.
Kenapa orang-orang harus melukai diri mereka sendiri karena memiliki rasa pada orang lain?

Saya benar-benar tidak tahu jawabannya. Bahkan saya pun masih bertanya-tanya apa sekarang saya sedang melukai diri saya sendiri dengan menyukaimu? Apa sekarang saya sedang menambah luka untuk diri saya sendiri dan juga untukmu?

Kamu pun melakukan hal yang sama.
Mengatakan kebohongan untuk mengusirku. Mengatakan hal-hal bohong untuk melukaiku. Mengatakan ini dan itu untuk membuatku menjauhimu.

Saya ingin sekali bertanya.
Apa kamu tidak merasa terluka mengatakan semua kebohongan itu? Apa perasaanmu baik-baik saja setelah melakukannya? Dan apa kamu pernah merasa bersalah?

Sebab, hingga detik ini saya masih merasa bersalah. Merasa semua hal buruk yang terjadi di kehidupanmu karena saya. Semua hal yang membuat orang-orang marah, sedih, dan terluka semua karena saya. 

Ada kala saya ingin berhenti. Benar-benar berhenti. Mengurung diri tanpa perlu memulai pertemanan dengan orang lain. Tidak berbicara dengan orang lain. Membuat orang lain menjauhi saya atau bahkan membenci saya. Saya ingin bersembunyi tanpa di ketahui orang lain. Agar saya tidak lagi merasa bersalah, tidak lagi membuat orang-orang disekitar saya terbebani dan terluka. Ada kala saya benar-benar ingin berhenti menyukai.

Namun, entah kenapa, setiap kali masalah berat datang. Setiap kali hujan deras dan angin kencang menerpa tubuhku, selalu kamu yang menghangatkan kembali setelah basah kuyup dan kedinginan.
Hanya dengan mengingat senyummu, semua beban terasa ringan. Saya bisa kuat menjalani hari-hari saya sekalipun menyakiti diri sendiri.

Semoga kamu baik-baik selalu.














Si perempuan menutup buku kecilnya. Dia menyeka air matanya, mengambil sebutir obat untuk membuat matanya menutup. Tidak dalam porsi yang banyak, kali ini hanya sebutir. Hanya untuk membuatnya beristirahat, sebab besok Si perempuan harus memainkan peran "gadis periang" kembali, dan peran itu baginya sangat berat. Sebab ia harus selalu terlihat baik-baik saja, tersenyum agar orang-orang percaya dialah satu-satunya perempuan yang tidak pernah terluka.

Angin malam ini cukup membuatnya kedinginan.
Dalam balutan selimut ia terlelap, menuju mimpi yang tidak pernah ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar