April 04, 2016

3 Dari 366 Hari



Dalam hening dia merekam sesuatu, entah apa itu. Sepertinya sebuah tulisan yang dia tulis di buku kecil berwarna hijau tosca dengan gambar kelinci kecil di depannya. Hari ketiga dia menyimpan semuanya. Aku cukup senang memperhatikannya, sebab hari ini dia tidak nampak sedih.

"Siapa sangka, menyukai bisa se-menyebalkan begini."

Aku melihanya memukul jidatnya beberapa kali, menyesali? Mungkin saja, tapi yang terlihat dia seperti anak kecil yang sedang menyemangati dirinya agar tidak melakukan hal-hal buruk lagi. Atau membayangkan hal-hal yang tidak lagi bisa dia raih.

"Jika aku benar-benar tidak ada lagi, apa kamu akan sering mengunjungi pusaraku?"

Tulisanya kembali, yang membuatku ingin menjitak keras kepalanya. Namun yang bisa ku lakukan hanya menatap perempuan itu dengan banyak doa, semoga segala kecemasannya dan kekhawatirannya segera sirna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar