April 02, 2016

1 Dari 366 Hari


"Manusia merasakan sakit untuk mengajarkannya tentang menjadi kuat. Sayang beberapa diantara mereka tidak pernah sekuat yang disangkakan manusia. Dasarnya manusia lemah, tapi begitulah rasa sakit, ia ada untuk dirasakan."

Dia menulis sepenggal kalimat itu di buku bersampul hijau tosca dengan gambar kelinci kecil yang gemuk. Air matanya masih mentes, entahlah, rasa sakit seperti apa yang dia rasakan kini. Bagiku melihatnya cukup mengiris hati. Perempuan itu senang menghabiskan malamnya dengan menangis.

Aku tahu, bahkan saat tangannya terangkat untuk meminta dia pun masih menangis. Padahal yang sering ku saksikan hanya mata menutup dengan ribuan permohonan yang menuju langit. Dia, berbeda. Aku yakin, ada yang salah di kehidupannya hingga begitu merasa sedih.

Dari dompet hitamnya dia mengeluarkan sebuah foto. Di belakang foto itu ada kaligrafi Allah dengan pria yang sedang tersenyum. Ku pikir alasannya mungkin dia, ah tapi mana mungkin. Aku menebak cukup banyak, sok tahu sampai lupa bertanya padanya kenapa dia masih menangis setelah berbulan-bulan lewat.
"Yang masih menyukaimu~"

Itu kalimat yang dia tuliskan di bukunya.
Nanti akan ku jelaskan kepada kalian lagi.

Tunggulah, mungkin saat menulisnya tidak lagi meneteskan air mata, aku bisa bebas membaca tulisan-tulisan itu. Jangan menilainya terlalu cepat, ini baru awal saja.

Sumber Gambar : Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar